Rumah Pena Foundation Siapkan Program “Goes to School”, Edukasi Pelajar Cerdas di Era Digital
JAKARTA, ifakta.co – Rumah Pena Foundation menyiapkan program edukasi bertajuk “Rumah Pena Goes to School” yang menyasar pelajar tingkat SMA dan sederajat di wilayah Jakarta Barat.
Program tersebut mengangkat tema “Pelajar Cerdas di Era Digital: Bijak Bermedia Sosial, Cerdas Menyaring Informasi, dan Sadar Hukum”. Kegiatan dirancang sebagai ruang edukasi dan dialog bagi pelajar untuk memahami berbagai tantangan yang muncul seiring perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial.
Saat ini, Rumah Pena Foundation masih melakukan penjajakan untuk menentukan sekolah yang akan menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan perdana tersebut.
Founder Rumah Pena Foundation, Mubinoto Amy, mengatakan program tersebut sengaja dirancang dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari pelajar.
“Kami ingin membuat kegiatan yang tidak hanya berupa seminar satu arah. Pelajar akan diberikan ruang untuk berdiskusi, bertanya, mengikuti kuis, dan mendapatkan pemahaman langsung mengenai persoalan yang mereka hadapi di dunia digital,” kata Amy.
Menurut Amy, perkembangan media sosial memberikan banyak manfaat bagi pelajar. Namun, penggunaan yang tidak disertai pemahaman dan tanggung jawab juga dapat menimbulkan berbagai persoalan.
Karena itu, Rumah Pena Foundation ingin memberikan edukasi mengenai cara menggunakan media sosial secara bijak, mengenali informasi yang tidak benar, menjaga jejak digital, serta memahami batasan perilaku di ruang digital.
Gandeng Kepolisian dan Unsur Pemerintah
Dalam pelaksanaan program tersebut, Rumah Pena Foundation berencana melibatkan sejumlah pihak yang memiliki kompetensi sesuai dengan materi yang akan disampaikan.
Rumah Pena Foundation berencana mengundang Humas Polres Metro Jakarta Barat, Kapolsek Kalideres, serta perwakilan instansi pemerintah yang menangani bidang komunikasi dan informatika untuk menjadi narasumber.
Kehadiran unsur kepolisian diharapkan dapat memberikan perspektif kepada pelajar mengenai kesadaran hukum, keamanan lingkungan, kenakalan remaja, serta berbagai risiko yang dapat muncul dari aktivitas di media sosial.
Sementara itu, unsur pemerintah bidang komunikasi dan informatika diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai literasi digital, penyaringan informasi, hoaks, keamanan data pribadi, dan penggunaan media digital secara bertanggung jawab.
Rumah Pena Foundation juga membuka ruang bagi pihak sekolah untuk ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Salah satu guru dari sekolah yang menjadi lokasi kegiatan nantinya diharapkan dapat memberikan materi dari perspektif pendidikan dan kondisi pelajar di lingkungan sekolah.
“Kami juga ingin pihak sekolah menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Karena itu, kami memberikan kesempatan kepada guru untuk ikut menyampaikan materi. Jadi nantinya ada perspektif dari kepolisian, literasi digital, dan pendidikan,” ujar Amy.
Meski demikian, seluruh narasumber dari instansi terkait masih berada dalam tahap rencana undangan dan koordinasi. Rumah Pena Foundation akan melakukan komunikasi serta menyampaikan surat resmi setelah sekolah yang menjadi mitra kegiatan telah ditentukan.
Sekolah di Jakarta Barat Masih Dijajaki
Rumah Pena Foundation saat ini sedang mencari sekolah yang tepat untuk menjadi lokasi pelaksanaan perdana Rumah Pena Goes to School.
Sekolah yang menjadi target merupakan SMA atau sederajat yang berada di wilayah Jakarta Barat dan memiliki ketertarikan terhadap kegiatan edukasi bagi pelajar, khususnya yang berkaitan dengan literasi digital, jurnalistik, penggunaan media sosial, dan kesadaran hukum.
Menurut Amy, kegiatan tersebut dirancang dengan konsep kerja sama yang tidak membebani sekolah.
Rumah Pena Foundation nantinya akan berkoordinasi dengan sekolah terkait tempat, peserta, fasilitas, waktu pelaksanaan, serta kebutuhan teknis lainnya.
“Kami ingin sekolah menjadi mitra. Konsepnya sederhana, edukatif, dan interaktif. Rumah Pena Foundation akan menyiapkan program dan melakukan koordinasi dengan narasumber, sementara teknis pelaksanaan akan kami komunikasikan bersama pihak sekolah,” tutur Amy.
Program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali. Rumah Pena Foundation ingin menjadikan Rumah Pena Goes to School sebagai program edukasi yang dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai sekolah.
Melalui program tersebut, Rumah Pena Foundation juga ingin mendorong pelajar agar tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi mampu menjadi pengguna yang kritis, bertanggung jawab, serta mampu menghasilkan konten yang positif dan bermanfaat.
“Harapan kami, program ini bisa menjadi langkah awal untuk membangun budaya literasi digital yang lebih baik di kalangan pelajar. Kami ingin Rumah Pena Goes to School nantinya bisa hadir di lebih banyak sekolah,” kata Amy.
Rumah Pena Foundation selanjutnya akan melakukan penjajakan dengan sejumlah sekolah di Jakarta Barat sebelum menetapkan lokasi dan jadwal pelaksanaan kegiatan.
Setelah sekolah mitra ditentukan, Rumah Pena Foundation akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan calon narasumber serta menyiapkan seluruh kebutuhan teknis kegiatan.
Divisi Humas Rumah Pena Foundation – Tio
